Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
The Turning Point Titik Balik Peradaban Identitas Politik Umat Islam

Periode Sejarah Kesadaran Keagamaan Islam Indonesia: Mitos, Ideologi, dan Ilmu

Sudah lama karya ilmiah dari Perguruan Tinggi kita, baik berupa skripsi, tesis, disertasis, maupun hasil riset lain, hanya numpuk di almari perpustakaan kampus. Termasuk pidato pengukuhan guru besar.

Pidato pengukuhan tentang periodisasi kesadaran keagamaan umat ini termasuk dalam sejarah kebudayaan. Sesuai dengan pendapat Johan Huizinga dalam "The Task of Cultural History", ada dua kata kunci dalam sejarah kebudayaan, yaitu jiwa (semangat. spirit) dan kelompok sosial. Kebudayaan adalah konfigurasi jiwa dalam berbagai bentuk yang kongkret, sedangkan kelompok sosial menunjukkan bahwa pemilik kebudayaan itu adalah sekumpulan orang yang aktual, yang jelas waktu dan tempatnya. 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Ketebalan : 53 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2017
Stock: Out of Stock
Penerbit: Mata Bangsa
Penulis: Kuntowijoyo
Berat : 200 gram
Product Tags:

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by