Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Peristiwa Tiga Daerah Revolusi dalam Revolusi

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 5
Jumlah:

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Tiga Peristiwa penting di Tiga Daerah, yakni kekosongan kekuasaan, perebutan kekuasaan dan stabilisasi kekuasaan melalui proses marjinalisasi kelompok radikal, kiranya penting untuk menjadi bahan kajian dan refleksi dari para penggerak pembaruan. Penelusuran Anton Lucas, yang sangat rinci (kaya), sebetulnya telah sangat membantu untuk memberi penjelasan mengenai apa yang sedang berlangsung, dan dari sana kita dapat memberikan makna yang mendalam mengenai keseluruhannya. Gambaran yang rinci tentu sangat dibutuhkan, agar dapat diberikan konteks yang tepat pada setiap peristiwa. Tindakan mendombreng pangreh praja, atau tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa, tentu saja akan mudah dianggap sebagai "kekerasan yang tidak patuh hukum" atau sebagai sebuah "tindakan kriminal," apabila tidak diberikan konteks yang tepat. 
 
Dalam situasi di mana hukum (legalitas), telah kehilangan legitimitasinya, sebenarnya yang terjadi adalah kekosongan hukum. Di hadapan rakyat, hukum adalah alat penindas yang nyata. Pengalaman rakyat memperlihatkan bagaimana penguasa merampas milik rakyat dengan menggunakan hukum, dan mengirim siapa saja yang mempertahankan haknya ke penjara. Di Tiga Daerah, yang kehilangan legitimitasi bukan saja hukum, tetapi lebih dari itu, nilai itu sendiri. Para penguasa, elite, atau mereka yang dianggap terpandang, yang menjadi pemilik "kebenaran" dalam pengalaman hidup rakyat, justru dianggap sebagai mereka yang mudah merampas milik rakyat. Mereka tidak melindungi rakyat, bahkan ikut memeras atau menindas rakyat.
 
 

Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Tokoh dan Sejarah
ISBN : 9786025752605
Ketebalan : 528 hlm l Bookpaper
Dimensi : 15 x 23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Media Pressindo
Penulis: Anton Lucas
Berat : 600 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by