Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Peristiwa Tiga Daerah Revolusi dalam Revolusi Perjalanan Menuju Mars

Perjalanan Konflik Pandawa dan Kurawa Mahabarata

Yara Sanadi
Description
Konflik antara Pandawa dan kurawa berpusat di seputar konflik antara tradisi dengan tuntutan akan perlunya nilai - nilai baru. antara kesetiaan pada sumpah dan keluarga dengan kebutuhan akan perlunya menjaga nilai - nilai kebenaran dan keadilan.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Novel dan Sastra

Cerita Mahabarata ini mengisahkan konflik perebutan kekuasaan di istana Hastipura antara pandawa dan sepupu mereka : 100 Kurawa . konflik yang semula hanya antara saudara itu menjelma menjadi perang besar yang melibatkan jutaan tentara. masing - masing pihak menyeret kerajaan - kerajaan sekutu ke dalam kacah perang.

Konflik antara Pandawa dan kurawa berpusat di seputar konflik antara tradisi dengan tuntutan akan perlunya nilai - nilai baru. antara kesetiaan pada sumpah dan keluarga dengan kebutuhan akan perlunya menjaga nilai - nilai kebenaran dan keadilan.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
Ketebalan : 286 halaman l HVS
Dimensi : 14x21 cm l Hard cover
Bahasa : Indonesia, 2014
Stock: Tersedia
Penerbit: Ecosystem
Penulis: Yara Sanadi
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by