Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Pigura Tanpa Penjara Esai-Esai Seni Rupa Pijar Pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan dari Adam Müller ke Postmodernisme

Dalam konteks inilah, jihad intelektual kreatif yang dilakukan IMM harus sadar milenial dengan mengembangkan etos kosmopolitan. Yang paling pertama harus dikuasai yaitu critical thinking atau kecakapan berpikir kritis lintas disiplin. Inilah yang sering disebut sebagai kecerdasan multidisiplin, interdisiplin maupun transdisiplin. Saya mengapresiasi buku karya anak-anak muda IMM ini, bukan soal konten atau substansi yang diangkat, tapi lebih-lebih pada semangat dan ikhtiar mereka berdakwah literasi yang tentu saja diawali dengan berpikir dan bersikap kritis.

Etos kosmopolitan yang kedua adalah kreatif; yakni kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan kekinian (problem solving) dengan membuka ruang ijtihad baru. Harus diakui, ragam persoalan di era kekinian berbeda dan unik, karena itu dibutuhkan pola pikir kreatif dalam mengatasinya. Di buku ini, juga diulas soal siasat pemimpin kreatif di era kekinian. Sekalipun belum cukup mendalam, namun percikan-percikan pemikiran anak-anak muda ini bisa menjadi stimulasi yang melahirkan buah-buah kreativitas dalam gerakan mereka. Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy-- Guru Besar IAIN Salatiga


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
ISBN : 9786025410321
Ketebalan : xviii+124 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13 x 19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: 34
Penerbit: Pelangi Sastra
Penulis: Ahmad Wahid, Ari Susanto, dkk
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa