Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Praktek dan Kontradiksi Pram Melawan!

Praktik Kewarganegaraan di Indonesia dalam Perspektif Historiografis

Bambang Purwanto
Description
Buku ini merunut secara historis keberadaan eksklusivisme dalam praktik kewarganegaraan di Indonesia.
Stock: Out of Stock

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:


Kategori : Sosial dan Politik

Buku ini merunut secara historis keberadaan eksklusivisme dalam praktik kewarganegaraan di Indonesia. Berbeda dari berbagai kajian terdahulu yang lebih menekankan pada aspek historis dalam konteks legal formal dan politis, buku ini menekankan pada pembentukan narasi bersama historis bangsa tentang warga negara. Peristiwa-peristiwa dan dokumen hukum serta politik merupakan objek material, yang digunakan untuk membangun proses produksi narasi besar yang dianggap sebagai sebuah kenyataan atau kebenaran semu tersebut. Dalam konteks ini, perspektif historiografis menjadi dasar utama dari buku ini untuk dapat memahami dan menjelaskan proses produksi wacana dan berbagai persoalan kewarganegaraan yang hidup, baik sebagai kenyataan sejarah maupun sebagai fenomena sosiologis dan politis sampai saat ini.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
ISBN : 9786022585251
Ketebalan : xii + 108 hlm | Bookpape
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Ombak
Penulis: Bambang Purwanto
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by