DALAM dunia sastra Indonesia saat ini, "perempuan" dan "seks" merupakan dua isu yang sangat penting: "perempuan" terutama dalam arti "pengarang perempuan" (bukan "perempuan" pengarang seperti yang disalahkaprahkan istilahnya khususnya oleh media massa Indonesia), dan "seks" sebagai tema karya sastra yang sedang ngetren. Sampai-sampai sering terdengar sindiran seperti "asal pengarangnya perempuan, apalagi perempuan muda dan cantik, pasti diterbitkan" atau "asal berbau seks, apalagi pengarangnya perempuan, pasti laku".
Sindiran semacam itu dapat saja kita anggap sekadar sebagai ekspresi iri hati terhadap sukses orang lain. Tapi menurut pandangan saya, tidak ada salahnya kita menanggapinya dengan sedikit lebih serius —jangan-jangan memang betul ada sesuatu yang tidak beres dalam dunia sastra Indonesia! Begitu banyak pengarang perempuan baru bermunculan dalam beberapa tahun terakhir ini, dan tidak sedikit dari mereka mendapat sambutan yang luar biasa, baik dari segi respons media, penghargaan sastra, maupun jumlah buku yang terjual. Benarkah karya mereka demikian hebat sehingga pantas dihebohkan serupa itu?
Judul Buku: Sastra Perempuan Seks
Penulis: Kartin Bandel
Penerbit: Jalasutra
Dimensi: 15x21 cm | Soft Cover
Tebal: 168 hlm | HVS
Harga Normal: 70.000