Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaannya. JIKA Sigmund Freud membaca puisi-puisi WS Rendra, maka puisi favoritnya mungkin adalah “Sajak Pertemuan Mahasiswa” dan baris-baris favoritnya mungkin adalah baris-baris ini:
Kita bertanya:
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Tepat karena seperti itulah apa yang dilakukan Freud dalam risalah ini: mempertanyakan “maksud baik”. Bagi dia, dua “maksud baik bisa berlaga”: yang pertama adalah maksud baik peradaban (manusia sebagai massa) dan yang kedua maksud baik individu (manusia sebagai satu sosok tunggal). Pada titik itu maksud baik peradaban pun tak lagi murni, ia justru menjadi sumber kekecewaan atau ketidakpuasan.
Judul Buku: Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaannya
Penulis: Sigmund Freud
Penerjemah: Cep Subhan KM
Penerbit: Jalan Baru, 2021
Kategori: Filsafat
ISBN: 9786025149887
SKU: BRD6568
Dimensi: 13 x 20 cm l Softcover
Tebal: 122 hlm l Bookpaper
Harga: 67.000