Image of a product
Image of a product
Image of a product

Berdikari - Camus; The Rebel - Shira

Rp 85,000
Rp 61,200
Ada kejahatan hawa nafsu dan ada pula kejahatan logika. Code Penal (Kitab Undang-Undang Hükum Pidana) membedakan keduanya secara cukup praktis, yakni dengan cara menilik perencanaannya (premeditation). Kita sekarang hidup di cra perencanaan dan kejahatan yang sempurna. Para penjahat bukan lagi kanak-kanak tak berdaya yang mempergunakan dalih cinta. Bahkan sebaliknya, mereka dewasa. Dalih mereka tidak dapat disangkal: itulah filsafat yang dapat berguna untuk segalanya, termasuk untuk mengubah pembunuh menjadi hakim. Heathcliff, dalam Les Hauts de Hurlevents, ingin membunuh Bumi seisinya demi mendapatkan Cathie. Namun, ia tidak punya ide untuk menyatakan bahwa pembunuhan itü bijaksana atau disahkan oleh sistem. Lalu ia melakukannya, dan pudarlah keyakinannya terhadap sistem. Hal itü meunjukkan kekuatan cinta dan kekuatan karakter. Ketika kekuatan cinta itü langka, tindakan pembunuhan masih merupakan hal yang luar biasa.Tapi, karena karakter saja tidak memadai, maka orang bergegas untuk berlindung di balik doktrin. Begitu kejahatan dipahami dengan nalar, kejahatan berkembang biak sebagaimana nalar itu sendiri. Kejahatan itu menggunaka gala figur silogisme. Dahulu kejahatan terpencil seperti jeritan kita. universal seperti sains. Kemarin diadili, hari ini ia membuat hukum. Dalam kasus apa pun, pemberontakan mampu menyediakan kita argumen-argumennya, tapi hanya penyelidikan atas sikapsikap, pretensi-pretensi, dan penaklukan-penaldukannya. Mungkin saja ada hukum aksi yang tidak bisa diberikan oleh absurd kepada kita, yaitu sebuah indikasi mengenai hak ataupun kewajiban untuk membunuh, yang akhirnya menjadi harapan akan terwujudnya sebuah tatanan baru. Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang menolak untuk menjadi dirinya apa adanya. Masalahnya, sulit untuk mengetahui apakah penolakan itu hanya bisa mengarahkan manusia pada pembinasaan manusia Iainnya dan dirinya sendiri, dan apakah seluruh pemberontakan harus berakhir dalam justifikasi pembunuhan universal. Sebaliknya, tanpa adanya pretensi terhadap kenaifan yang mustahil, apakah pemberontakan mampu menguak prinsip kesalahan. Selamat Membaca dan Merdekalah... Judul Buku : The Rebel Penulis : Albert Camus Penerbit : Immortal X Octopus Tebal : xxx+410 hlm | Bookpaper Dimensi : 13.5x20 cm | Soft Cover Harga Normal: 85.000
 
 :
 :
500g