Suatu masa era kolonial, di Vorstenlanden, industri perkebunan berkembang pesat akibat lanjut politik tanam paksa, revotusi agraria, dan tata niaga gula tebu. Pengelolaan sumber daya tanah feodal dengan sistem bagi hasil berubah drastis melalui sistem sewa, dari petani garap menjadi petani buruh upahan.
Kehidupan sosial feodalistik berdampingan dengan kapitalisme eksploitasi tanah subur untuk kemakmuran pengusaha swasta Eropa dan penguasaan atas tanah-tanah oleh kalangan priyayi. Rakyat hidup tanpa tanah, tanpa panen, dan harus menerima upah sebagai kuli perkebunan. Perkebunan tebu meluas, pabrik gula berdiri di mana-mana.
Kembang tebu bermekaran, tetapi tidak pernah bisa harum dan semanis rasa tebunya. Kembang Tebu, sekumpulan serbuk-serbuk debu yang mudah terbawa angin.
Judul Buku: Kembang Tebu
Penulis: Purwadmadi
Penerbit: Interlude, 2021
Kategori: Novelet, Sejarah
ISBN: 9786237676850
SKU: BRD6630
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 20 cm l Softcover
Tebal: viii + 88 hlm l Bookpaper
Harga: 49.000