Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba - Bening Pustaka
Ketika ia membuka mulut, Nabi meludah di atas lisannya, diikuti keempat sahabat. Di lidah Syekh Raba, ludah kelima sosok itu terasa legit dan harum. la merasakan secawan tirta amerta yang mengalir dari Telaga Kausar merasuk ke dalam raga dan sukmanya.
Tiba-tiba ia melihat angkasa menyibakkan tabir.
Penglihatannya terbuka. Misteri-misteri tersingkap. Kaki langit melenyapkan batas. Dari pucuk ubun-ubunnya bergema seberkas suara, "Bacalah..."
Syekh Raba tercekik. la menjawabnya dengan terbata-bata, "Aku bukan penyair..."
Kecupan Nabi menenangkannya. Kecupan itu meninggalkan kelembapan yang wangi di keningnya. Sementara itu, di kening sang junjungan, ia melihat rajah kenabian bersinar seperti warna halo yang memancar di ubun-ubun malaikat.
"Sekarang kau bisa mengajari orang-orang," sabda Nabi, "sebab kau telah mewarisi pengetahuan Khidir dan lidah Harun."
Penulis: Royyan Julian
Penyunting: Ganjar Sudibyo
Penerbit: Rua Aksara, 2019
Kategori: Kumcer, Sastra
ISBN: 9786237258414
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13x19 cm | Softcover
Tebal: vii+136 hlm | Bookpaper

