Berdikari - Cikeas Kian Menggurita - Katalika
Rp 45,000
Rp 38,250
Banyak suara meragukan keabsahan hasil Pemilu dan Pilpres 2009. Mulai dari kecaman terhadap kecurangan Daftar Pemilih Tetap (DPT), surat suara palsu sampai dengan penggunaan sistem komputerisasi International Foundation for Electoral System (IFES) yang dipasok dari Amerika Serikat. Anehnya, ketika isu seputar dugaan penyelewengan pengadaan teknologi informasi Pemilu dan Pilpres 2009 ramai dibicarakan, mendadak bom meledak di hotel Ritz Carlton dan Marriot pada 17 Juli 2009. Buntutnya, isu kecurangan Pemilu dan Pilpres beralih ke isu terorisme.
Sepertinya, pengalihan isu menjadi tren politik yang marak terjadi selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengusutan terhadap sejumlah kasus nasional yang melibatkan lingkaran kekuasaan, selalu menguap di tengah jalan.
Mengapa pemerintah terkesan setengah hati untuk membongkar borok-borok aparat, birokrat, dan "kerabat" orang nomer satu di republik ini? Pertanyaan itu spontan menjadi buah bibir. Setiap kritik pedas yang mampir ke telinga SBY dibalas dengan ekspresi kegerahannya di depan sorotan kamera. Salah satu contohnya ketika WikiLeaks menyebarkan bocoran-bocoran kawat diplomatik AS kepada koran The Age dan Sydney Morning Herald. WikiLeaks menyebutkan bahwa SBY telah menyalahgunakan kekuasaan dan Ani Yudhoyono diindikasikan telah memperkaya diri leway koneksi-koneksi politiknya. Kabar dari WikiLeaks itu terang saja membuat publik tanah air kian berspekulasi, benarkah SBY telah membangun dinasti keluarga "Cikeas"?
Buku Cikeas Kian Menggurita berisi penelusuran investigasi terhadap isu miring yang menimpa keluarga besar SBY serta orang-orang dekatnya. Pembongkaran kasus-kasus yang menyeret poros istana ini ditelisik dengan mengendapkan fakta-fakta objektif. Tak berhenti hanya di situ saja, bukti-bukti yang belum terpublikasi seputar skandal Bank Century dan kasus pengadaan perangkat teknologi Pemilu dan Pilpres 2009 yang mencoreng sejarah demokrasi Indonesia disoroti secara tajam dalam buku ini.
“Saya melihat, sebagian besar yang dituliskan oleh George Aditjondro sebenarnya berada pada wilayah yang memang ‘sulit’ dibuktikan karena berada pada wilayah yang tidak seorang pun mau bekerja untuk membuktikannya. Makanya, jika mengutip Sosan Suntang bahwa “every write has a address”, saya kira buku ini pun sangat jelas ‘alamat’ atau tujuannya. Menantang siapa saja untuk membuktikannya, termasuk pihak-pihak yang disebutkan di dalm buku ini.” – Zainal Arifin Muchtar, Direktur pusat kajian Anti Korupsi UGM
Judul Buku : Cikeas Kian Menggurita
Penulis : George Junus Aditjandro
Penerbit : Galang Press
Tebal : 204 hlm
Dimensi : 15x23 cm
Harga : 45.000
:
:
200g



