Agak menggelikan juga ketika melihat seorang ustadz jadi bintang iklan. Gelisah juga kita melihat training agama yang marak dengan biaya tinggi. Ini belum termasuk berbagai salon, supermarket, acara televisi yang menggunakan Islam sebagai label. Sama halnya dengan banyaknya Ornop yang menjadikan umat sebagai objek riset, program dengan dalih demokrasi, pluralisme, atau gender.
Jika Islam jadi agama yang diperjual-belikan maka peran agama sebagai penegak keadilan dan kekuatan yang melawan kesewenang-wenangan jadi lenyap. Kini agama itu hanya berada di tangan komplotan yang menyembunyikan firman sesuai pesanan dan kehendak pasar.
Andai keadaan terus seperti sekarang, adalah benar kata Karl Marx: Agama itu hanya candu! Betul sekali ucapan Rasulullah SAW: Kelak Islam hanya sebuah buih, banyak pengikutnya tapi tak ada mutu! Lagi-lagi buku ini mencoba untuk mengatakan kalau saatnya umat Islam memikirkan kembali ancaman kekuasaan pasar yang sering menggunakan Tuhan untuk menjual produknya.
Selamat Membaca dan Merdekalah...
Judul Buku: Astagfirullah Islam Jangan Dijual!
Penulis: Eko Prasetyo
Penerbit: Resist Book
Tebal: xxxvi + 183 hlm | HVS
Dimensi: 14x 21 cm | Soft Cover
Harga: 57.000