“Gerakan Teologi Pembebasan bahkan mampu mendamaikan dua kutub yang selama ini selalu diperlawankan satu sama lain: keyakinan dan ajaran agama di satu sisi serta teori Marxisme yang ateis pada sisi yang lain. Maka terpampanglah satu pemandangan khas Amerika Latin: warga pemeluk agama (Katolik) terlibat penuh kesadaran dalam gerakan-gerakan perlawanan yang justru dilandasi oleh ideologi kiri! Pada saat bersamaan, kaum Marxis Amerika Latin terbuka menerima kenyataan bahwa agama sebenarnya mengandung ajaran yang berpotensi besar untuk menjadi kekuatan progresif, bahkan revolusioner. Salah satu kunci utama terjadinya pertemuan yang saling melengkapi itu adalah adanya pandangan dan sikap dasar yang sama, baik oleh ajaran gereja maupun teori Marxisme, tentang keharusan, bahkan kewajiban, ‘memihak pada kaum miskin dan yang disingkirkan’ (de opción preferencial por los pobres y excluidos).
“Löwy secara jernih menjelaskan kepada kita tentang pandangan dasar Marxisme—sebagai titik tolaknya—yang memang sangat, bahkan paling, kritis terhadap ajaran dan lembaga keagamaan. Tetapi, sekaligus juga sebaliknya, menguraikan bagaimana penafsiran membaharu ajaran agama oleh gerakan Teologi Pembebasan sebagai kritik telak terhadap doktrin klasik Marxisme yang sangat kaku tentang ajaran dan lembaga keagamaan.
Judul Buku: Teologi Pembebasan Kritik Marxisme dan Marxisme Kritis
Penulis: Michael Lowy
Penerbit: Insist Press, 2019
Kategori: Spiritual
ISBN: 9786237778363
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 19 cm | Soft Cover
Tebal: xx + 132 hlm | Bookpaper
Harga: 58000