Image of a product
Image of a product
Image of a product
 

Berdikari - Kawruh Begja Sawetah Pengetahuan Hidup Bahagia - Lingkaran

Rp 45,000
Ki Ageng Suryomentaram atau Pangeran Haryo Suryomentraman, adalah putra Sultan Hamengkubuwono VII yang semenjak kecil sudah mendapatkan fasilitas dan kenyamanan berlebih sebagai seorang bangsawan: kekayaan melimpah, jabatan tinggi, dan kehormatan. Namun justru kondisi ini malah membuatnya gundah. Dia memohon agar gelar "pangeran" yang disandangnya dicabut saja, tapi ditolak oleh sang ayahanda. Pangeran pun pergi meeninggalkan istana setelah membagi-bagikan hampir semua harta kekayaan kepada pembantunya. Ia pergi hingga ke Cilacap, menamai diri sebagai Natadangsa. Sultan HB VII marah dan mengutus para pejabat untuk mencarinya, hingga akhirnya ketemu di Kroya, di mana Natadangsa tengah bekerja sebagai buruh penggali sumur. Setekah wafatnya sang ayahanda, keinginannya untuk melepas gelas bangsawan terkabul. Ia pergi ke Desa Bringin (dekat Salatiga) dan menetap di sana sebagai petani. Kehidupan baru yang sederhana sebagai rakyat jelata justru membuatnya nyaman. Dia pun dikenal sebagai Ki Ageng Suryomentaram, yang terus mencari makna bahagia. Buku Kawruh Begha Sawetah ini adalah salah satu isi ceramah Ki Ageng Suryomentaram tentang konsep bahagia. "Kawruh jiwa ini bukan agama, juga bukan pelajaran tentang baik buruk," kata Ki Ageng. Ini adalah salah satu pengetahuan untuk meeraih rasa bahagia, khas cara orang Jawa. Judul Buku: Kawruh Begja Sawetah Pengetahuan Hidup Bahagia SKU: 9786239385583 Penulis: Ki Ageng Suryomentaram Penerbit: Maja Bahasa: Bahasa Indonesia Kategori: Pengembangan Diri Tebal: 69 hlm | Bookpaper Dimensi: 13 x 19 cm | Soft Cover Berat: 100 Gram Harga Normal: 45.000
 
 :
 :
100g