Bersama Telegram-nya Putu Wijaya dan O, Amuk, Kapak punya Tardji, Adam Ma’rifat adalah sebuah tonggak berjingkraknya sebuah generasi sastra yang habis-habisan dalam ranah eksperimentasi-sebuah gejala yang ditengarai oleh Ajip Rosidi (dalam pengantar antologi Laut Biru Langit Biru) sebagai perayaan edan-edanan atas kebebasan pasca-65, sebuah parade kemenangan kaum manifest Kebudayaan (yang terlembagakan dalam diri Majalah Sastra Horison) atas rontoknya sebuah paham kebudayaan yang menyerukan seni yang mengabdi pada partai.
Inilah buku, menyusul buku kumpulan cerpen sebelumnya, Godlob, yang melentngkan nama Danarto dalam peraturan kesastraan Indonesia hingga ke titik tertinggi. Ini pula buku yang pasti akan disebut –sebut jika ada yang bicara tentang gejala sufiesme dalam sastra Indonesia.
Jika terlalu asyik, masyuk, mabuk, apalagi sampai kerasukan dengan apa yang disajikan Danarto dalam keenam cerpennya dalam kumpulan ini, anda tak akan pernah bisa menyelesaikan buku ini. Atau, paling tidak, Anda tak akan pernah merasa selesai – meski telah merasa tuntas membacanya hingga titik terahir. Jadi, hati-hatilah.
Selamat Membaca dan Merdekalah...
Judul Buku: Adam Marifat
Penulis: Danarto
Penerbit: Basa Basi
ISBN: 9786026651112
SKU: BRD3314
Tebal: 112 hlm | Bookpaper
Diemensi: 14x20 cm | Bookpaper