Sejak menikah dengan Niken Tambangraras, Syekh Amongraga masih sibuk mengajari para kerabat Wanamarta. Selain itu, hingga hari ke40 malam-malam kebersamaan Syekh Amongraga dengan Niken Tambangraras diisi dengan berbagai wej angan ilmu kesejatian, di antaranya seperti kesempurnaan Islam, penjelasan Rukun Islam, dan dzikir. Selama itu mereka berdua tinggal di rumah Ki Bayi Panurta, hingga akhirnya mereka pindah ke rumah baru.
Barulah pada malam ke-41 pengantin itu melakukan hubungan suami-istri untuk pertama kalinya. Namun entah mengapa semenjak itu Syekh Amongraga menjadi pemurung. Selama seminggu ia hanya berada di surau, tidak mau pulang ke rumah. Istrinya pun menj adi sedih. Hingga pada puncaknya, Syekh Amongraga pergi meninggalkan istrinya dengan hanya meninggalkan surat saja. Buku jilid ke-7 ini ditutup dengan pengembaraan Syekh Amongraga beserta abdinya, Jamal dan Jamil menuju ke timur sampai dengan Banyuwangi, lalu ke barat menuju Malang, hingga ke Ponorogo.
Judul Buku: Serat Centhini 7 Wejangan Syekh Amongraga tentang Ilmu Kesejatian
Penulis: Agus Wahyudi
Penerbit: Cakrawala, 2015
Kategori: Sosial Budaya
ISBN: 9789793832876
SKU: BRD4117
Dimensi: 15x23 cm l Softcover
Tebal: 404 hlm l Bookpaper