Perempuan adalah manusia. Tetapi kebudayaan hanya mendefinisikannya separuh. Akibatnya panjang: diskriminasi hak, pelecehan, perbudakan domestik, pengendalian hasrat, kekerasan simbolik, dst. Institusi dan praktek kebudayaan mengawetkan hirarki politik dengan cara merendahkan mereka yang lemah. Nilai dan tradisi dibangun untuk memastikan hirarki itu. Dan tubuh perempuan adalah lokasi historis dari semua praktek diskriminasi: tradisi,politik, ekonomi, religi, hukum, dll.
Citra seksualitas perempuan didefinisikan sebagai Falosentrisme, definisi yang berpihak pada kepentingan laki-laki. Definisi ini didekonstruksi oleh para feminis teolog dengan membuka prasangka agar ada tafsir yang adil terhadap Alkitab. Tarik menarik antara pesan Islam tentang seksualitas perempuan yang memanusiakan dan tradisi yang menistakan malah melahirkan pemahaman yang justru melemahkan seksualitas perempuan. Tafsir alternatif merupakan strategi untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang adil gender.
Judul Buku: Agama dan Seksualitas
Penerbit: Yayasan Jurnal Perempuan
Tebal: 167 hlm | HVS
Dimensi: 14x21 cm | Soft Cover
Harga: 45.000