Image of a product
Image of a product
Image of a product

Berdikari - Seni Mendengarkan Mendengar Yang Tak Terucap - Anak Hebat

Rp 45,000
Rp 38,250
Seni Mendengarkan Mendengar Yang Tak Terucap. Yang saya ingin ajak kepada para pembaca adalah proses refleksi diri. Dari pengalaman orang lain, mungkin kita bisa bercermin untuk lebih mampu menguliti diri sendiri: sejauh mana telinga kita bisa bersikap kooperatif dengan pikiran dan hati kita untuk mendengarkan orang lain. Kira-kira sejauh apa diri kita menyangkal bahwa ego kita lebih ingin dimenangkan untuk menjadi manusia yang enggan memahami apa yang dikatakan orang lain. Oh, atau justru kita terlalu memenangkan ego orang lain, karena menghindari konflik, dan akhirnya malah berkonflik dengan diri sendiri lalu memendam dendam. Tidak ada yang tahu, kan? Saya menulis buku ini dengan sangat berhati-hati, berusaha supaya tidak ada poros sumbu positif atau negatif. Bukan bermaksud untuk menjadi (sok) bijaksana dengan memosisikan diri sebagai penengah, tetapi saya cenderung ingin mengajak untuk mempertimbangkan dua sisi orang yang sedang berkonflik untuk kemudian tidak memberatkan salah satu pihak saja. Saya ingin memberi sebuah premis bahwa dengan mendengarkan orang lain, kita bisa menjadi lebih bijak dalam bersikap. Dengan mendengarkan, kita menyelaraskan indra kita yang lain untuk diam sejenak, karena hanya dengan itu kita dapat memahami yang tak tersampaikan. Judul Buku: Seni Mendengarkan Mendengar Yang Tak Terucap, Memahami yang Tak Tersampaikan Penulis: Mutia Sayekti Penerbit: Psikologi Corner, 2021 ISBN: 9786232445567 SKU: BRD6412 Kategori: Motivasi Bahasa: Indonesia Dimensi: 14 × 20 cm | Soft Cover Tebal: 160 hlm l Bookpaper
 
 :
 :
200g