Image of a product

Neoliberalisme Menumpas Petani - Resist

Rp 85,000
Rp 68,000
Gula itu pahit tukas penulis buku ini. Padahal kecap lidah tak berbohong lalu siapa menipu kita? Pemerintah & lembaga-lembaga internasional jawabnya. Atas sponsor IMF & Bank Dunia sejak Februari & September 1998 pemerintah meliberalisasi perdagangan beras & gula dgn membabat bea masuk hingga 0%. Pasar domestik lantas diserbu gula & beras impor dgn harga miring. Pilihan konsumen memang banyak tapi sebesar bea itu juga pilihan petani kita: NOL! Coba bayangkan kalau hak hidup Anda dikebiri sedemikian rupa? Para antek neoliberal beralibi kalau harga beras & gula murah kebutuhan masyarakat akan tercukupi & ekonomi kita akan kuat. Benarkah? Kenyataan anjlok harga beras & gula justru memukul kehidupan para petani & merongrong ketahanan pangan kita. Amburadul kebijakan pangan nasional tak lepas dari campur tangan agen-agen neoliberalisme. Atas tekanan Bank Dunia & IMF pemerintah juga meliberalisasi secara radikal sektor pertanian yg dihuni jutaan petani gurem tanpa tunjangan infrastruktur yg cukup. Buku ini merangkai titik-titik hulu hingga hilir siasat penaklukan petani seraya mengungkap penipuan besar-besaran oleh pemerintah dgn lembaga-lembaga internasional sebagai promotornya. Judul Buku: Neoliberalisme menumpas petani (Menyingkap Kejahatan Industri Pangan) Penulis: Khudori Penerbit: Resist book Tebal: 358 hlm | HVS Dimensi: 14x21 cm | Soft Cover Harga: 85.000
 
 :
 :
500g