Oleh-oleh dari Tempat Pembuangan - Octopus
Raden Mas Tirto Adhi Soerjo (TAS) lahir dengan nama Djokomono. Ia adalah anak kesembilan dari sebelas bersaudara. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa ia lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 1880 karena merujuk pada buku Sang Pemula karya Pramoedya Ananta Toer. Padahal menurut buku yang ditulis anak sulung TAS, yaitu Raden Mas Priatman, yang berjudul Perdjoangan Indonesia dalam Sedjarah (Bogor: Badan Penerbit Patani, 1950), TAS lahir pada 1875.
Ayah TAS adalah Raden Ngabehi Tirtodhipoero, seorang pegawai kantor pajak pada masa pemerintah Hindia Belanda. Setelah orangtuanya meninggal, TAS kemudian ikut neneknya, Raden Ayu Tirtonoto.
Sambil kuliah di STOVIA, TAS bekerja sebagai redaktur harian Bintang Betawi. Ia lalu memimpin Medan Prijaji.
TAS adalah orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum. Ia berani menulis kecaman-kecaman pedas terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada masa itu. Di bawah kepala surat kabar Medan Prijaji tertulis “organ boeat bangsa jang terprenta di Hindia Olanda, tempat memboeka soearanja.
Buku ini ditulis berdasarkan rangkaian teks berjudul “Oleh-Oleh dari Tempat Pemboeangan” karya TAS. Naskahnya pertama kali disiarkan di surat kabar Perniagaan, lalu diumumkan kembali secara berurutan di surat kabar Medan Prijaji No. 20, 21, 22, 23, dan 25 pada Mei - Juni 1910.
Untuk memudahkan pembaca, kami mengubah ejaan lama tanpa mengganti gaya penyampaian TAS di teks aslinya. Kami juga memberi anotasi untuk istilah-istilah lokal dan asing, juga singkatan-singkatan.
ㅤㅤ
Penulis: Tirto Adhi Soerjo
Penerbit: Octopus, 2017
Kategori: Memoar
SKU: BRD5654
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 13 x 19 cm l Softcover
Tebal: 152 hlm l Bookpaper
Harga: 65.000

