Buku ini berusaha mengungkapkan keberadaan Pulau Digoel sebagai kamp tahanan. Keadaan Digoel yang 100% terisolasi, belantara rawa penuh nyamuk malaria, dan berada sekitar 450 km ke hulu sungai yang penuh buaya adalah siksaan tersendiri. Dengan daerah hunian yang tak layak huni ini, rasa sepi yang mencekam dan rindu kampung halaman yang kuat, maka ada di antara para tahanan ini yang kemudian menjadi gila, mati, mencoba melarikan diri namun kemudian lenyap tak tahu rimbanya, atau tunduk dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah.
Judul Buku: Hantu Digoel; Politik Pengamanan Politik Zaman Kolonial
Penulis: Takashi Shiraishi
Penerjemah: Endi Haryono
Penerbit: LKiS
Tebal: 218hal
Harga: 54.000