Berdikari - Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen? - Insist
Berdikari - Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen? - Insist
Berdikari - Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen? - Insist

Berdikari - Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen? - Insist

Rp 95,000
Rp 80,750
Orang revolusioner sejati bukanlah orang yang menampilkan keberanian dalam periode pemberontakan yang menang, melainkan orang yang, tidak saja bertarung dengan baik dalam revolusi yang sedang maju ke kemenangan, tapi juga menunjukkan keberanian ketika revolusi mengalami kemunduran, ketika proletariat menderita kegagalan; tidak kehilangan akal dan menjadi takut ketika revolusi mendapat pukulan, ketika musuh mencapai keberhasilan; tidak terserang panik atau menjadi putus asa ketika Revolusi sedang mundur.” J.V. Stalin Bicara tentang Trotsky, tak terhindarkan harus bicara juga tentang Lenin dan Stalin. Untuk itu, setidaknya harus mempelajari sejarah Revolusi Rusia dan karya ketiga tokoh itu. Dalam literatur politik, media komunikasi borjuis dan Barat, pada umumnya, ketokohan Stalin dihadapkan dengan ketokohan Trotsky. Sederhananya, Troskyisme dianggap sebagai antidote dari Stalinisme yang “menakutkan” dan “kejam”. Kalau orang membaca tulisan Lenin, Trotsky dan Stalin maka akan terlihat jelas peran dan posisi ketiga tokoh ini dalam masalah-masalah pokok Revolusi Rusia yang harus mereka hadapi. Tak akan terhindarkan orang akan melihat dan mengerti bahwa apa yang dilawan Trotsky bukanlah “Stalinisme”, tapi “Leninisme”. Selama 15 tahun sebelum masuk Partai Bolshevik dan enam tahun di dalam Partai, Trotsky hampir selalu berseberangan dengan Lenin. Judul Buku: Trotskyisme? Sosialisme di Satu Negeri atau Revolusi Permanen? Penulis: Tatiana Lukman Penerbit: Pustaka Sempu Tebal: x + 338 hlm | Bookpaper Harga Normal: 95.000
 
 :
 :
600g