Meskipun agama dan sains saling bertentangan, tapi ada hubungan timbal balik dan saling ketergantungan yang kuat di antara keduanya. Meskipun memang agama yang menentukan tujuan-tujuan fundamental bagi manusia, tapi bagaimanapun, agama telah belajar dari sains, dalam arti luas, tentang sarana-sarana yang berkontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan mendasar yang telah ditetapkan, sementara itu sains hanya dapat diciptakan oleh mereka yang sepenuhnya diilhami oleh aspirasi terhadap kebenaran dan pemahaman. Sumber perasaan ini, bagaimanapun, memancar dari ranah agama. Selain itu, ada kepercayaan pada kemungkinan bahwa tatanan yang valid bagi dunia eksistensi ini adalah rasional, yakni dapat dipahami dengan nalar. Saya tak dapat membayangkan seorang ilmuwan sejati tanpa iman yang mendalam semacam itu. Situasi ini dapat diungkapkan oleh sebuah gambaran: sains tanpa agama lumpuh, agama tanpa sains buta. Penulis: Albert Einstein Penerjemah: Hari Taqwan Santoso Penerbit: Circa, 2020 ISBN: 9786237624158 Kategori: Sains, Filsafat Bahasa: Indonesia Dimensi: 12 x 18 cm | Soft Cover Tebal: v + 120 hlm l Bookpaper Harga: 55.000