Apa istimewanya buku Muqaddimah ini sehingga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, memasukannya dalam daftar bacaan wajib manusia era digital?
Menurut Mark, yang menarik dari Muqaddimah Ibnu Khaldun adalah fokus dan kemampuannya mengupas alur kemunculan masyarakat dan kebudayaan manusia, termasuk timbulnya kota, politik, perdagangan, hingga ilmu pengetahuan. Karena itu, meski hampir 700 tahun lalu diterbitkan, Mark Zuckerberg merasa buku ini masih sangat relevan dan layak dibaca.
Teori-teorinya tentang berbagai studi ilmu pengetahuan merupakan temuan revolusioner yang diakui mendahului sekaligus dirujuk oleh para pemikir besar dunia, seperti Adam Smith (1723—1790), Max Weber (1864—1920), Arnold Y. Toynbee (1889—1975), dll. Sebuah legacy yang membuatnya diakui sebagai Bapak Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Sejarah.
Tak hanya penting untuk para akademisi, buku ini juga penting untuk para pengambil kebijakan dan pebisnis. Presiden AS ke-40, Ronald Reagan, tercatat pernah sukses mengatasi inflasi di Amerika karena kitab yang Anda pegang ini.
Muqaddimah yang berarti ‘pendahuluan’ ini sebenarnya adalah kitab pengantar dari buku Ibnu Khaldun yang lebih tebal lagi (Kitab al-‘Ibar). Menariknya, kitab ini justru lebih populer dan berpengaruh daripada kitab induknya. Terdiri dari enam bab utama, buku ini merupakan versi terjemahan yang paling lengkap, orisinal, dan enak dibaca dari berbagai versi yang pernah ada di Indonesia. Selamat membaca!
Judul Buku: Muqaddimah Ibnu Khaldun
Penulis: Ibnu Khaldun
Penerbit: Wali Pustaka, 2019
Kategori: Pustaka Islam
ISBN: 9786239004217
SKU: BRD6231
Dimensi: 17x25 cm | Hardcover
Tebal: 1336 hlm | Bookpaper