Berdikari - Nyayian Seruling dan Jalan Tasawuf - Katalika
Berdikari - Nyayian Seruling dan Jalan Tasawuf - Katalika
Berdikari - Nyayian Seruling dan Jalan Tasawuf - Katalika
 

Berdikari - Nyayian Seruling dan Jalan Tasawuf - Katalika

Rp 50,000
DENGARLAH nyanyi sangsai Seruling bambu Mendesah selalu sejak direnggut Dari rumpun rimbunnya dulu, Alunan jagu pedih nan cinta membara Ini nyala Cinta yang membakarku Ini anggur Cinta mengilhamiku Sudilah pahami betapa para pencinta terluka Dengar, dengarkanlah rintihan seruling JALALUDDIN Rumi adalah seorang sufi Persia yang sangat dikenal, baik-di Timur maupun di Barat. la mempunyai pengaruh besar hampir di seluruh Dunia Timur. Sementara di Barat karyanya telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Perancis,Jerman, Swedia, Italia, dan lain-lain. Puisi-puisinya sarat dengan pesan cinta universal, cinta kepada Tuhan. Ketika cinta sudah memehuhi hati seseorang, sebutan apapun tidaklah penting baginya. Demikian pula jika dikaitkan dengan identitas agama, sebutan sebagai seorang muslim atau non muslim tidaklah penting bagi seorang yang hatinya penuh oleh cinta kepada Tuhan. Bahkan baginya untuk beramal dan menyembah Tuhan tidak tergantung pada ada atau tidaknya surga. la beramal bukan karena takut pada neraka dan keinginannya mendapat surga. Karena itu, kendati penyair besar ini hidup di masa sekitar 800 tahun lalu, keindahan puisi-puisinya tak ikut termakan waktu dan tetap aktual hingga kini. Pada 5 Jumadil Akhir 672 H, dalam usia 68 tahun Jalaluddin Rumi dipanggil menghadap llahi. "Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik". Ucapnya mengiringi tarikan nafasnya yang terakhir. JJudul Buku: Nyayian Seruling dan Jalan Tasawuf Penulis: Jalaluddin Rumi Penerbit: Sega Arsy, 2019 ISBN: 978602863519 Kategori: Puisi, Spiritual Bahasa: Indonesia Dimensi: 14 x 21 cm | Soft Cover Tebal: 176 hlm l Bookpaper Harga: 50.000
 
 :
 :
300g