Banyak dari teman perempuan muslimah saya sering kali mempersempit diskusi-diskusi tema "Perempuan dan Islam" hanya Pada bahasan soal jilbab dan ketaatan. Sintesis yang keluar dalam diskusi itu terbatas pada simpulan bahwa perempuan mesti taat agar tidak ditinggalkan oleh suaminya. Perempuan tampak berjuang keras sekali pada ranah-ranah itu, padahal di sisi Iain, perempuan boleh Iebih maju untuk berdiskusi perihal tingginya angka kematian ibu melahirkan dan problematika sosial lain.
Mayoritas perempuan yang terpapar tradisi patriarkis dalam rentang waktu yang panjang masih berada pada tahap silence hingga subjective, misalnya ketika mereka menerima kekerasan, baik dalam bentuk psikologis, fisik, maupun ekonomi. Kita masih memerlukan waktu yang panjang untuk membangun relasi berkeadilan dengan membangun kesadaran pada kedua belah pihak, yakni perempuan maupun laki-laki. Perempuan yang berani berkata "tidak" saja tidak akan cukup jika peradaban laki-laki masih melanggengkan kekerasan. Sebaliknya, laki-laki yang feminis saja tidak pernah cukup jika pihak perempuan tidak membangun benteng dan kapasitas untuk mengambil peran sebagai subjek untuk keputusankeputusan bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Narasi yang ditulis Kalis dalam buku ini berfokus pada tubuh, kemanusiaan, religiusitas dan berbagai pengalaman perempuan lainnya.
Judul Buku: Muslimah Yang Diperdebatkan New Cover
Penulis: Kalis Mardiasih
Penyunting: Moddie Alvianto Wicaksono
Penerbit: Mojok, 2019
ISBN: 978-602-1318-93-5
SKU: BRD1697
Kategori: Non Fiksi / Spiritual
Dimensi: 14x20 cm | Soft Cover
Tebal: 214 hlm | Bookpaper