Berdikari - Membicarakan Feminisme - Ea Books
Rp 59,500
Rp 50,575
Apakah feminisme selalu tentang perempuan? Pada awal kemunculannya, ya, feminisme digunakan sebagai nama untuk sebuah gerakan sosial yang mengusung hak-hak perempuan. Awalnya, gerakan sosial ini bermula di New York pada 1848, diinisiasi oleh Elizabeth Cady Stanton dan kawannya, Susan B. Anthony di Seneca Falls. Ini adalah konferensi perempuan pertama yang menggunakan kata Feminisme dan membahas tentang pentingnya perempuan mendapat hak pendidikan seperti lelaki. Pemikiran tentang hak-hak pendidikan perempuan mendapat pengaruh dari munculnya pemikiran abad pencerahan tentang individu, negara, dan hak asasi warga negara.
Pada abad yang sama, Indonesia masih berupa wilayah kerajaan dan kesultanan dan kesadaran tentang sebuah bangsa belum terbentuk. Barulah beberapa dekade setelah konferensi di Seneca Falls, ide sebuah bangsa yang bebas dari penjajahan hadir dalam benak para pendiri bangsa Indonesia. Adalah pemikiran dari feminis RA. Kartini melalui kumpulan surat-suratnya, Habis Gelap Terbitlah Terang adalah jalan bagi imajinasi kemerdekaan tersebut. Buku tersebut adalah hasil kurasi dari surat-menyurat Kartini dengan Stella Zeehandelaar, seorang feminis sosialis dari Belanda.
"Beberapa Teman laki-laki menganggap saya sudah menjadi pelacur dan berpikir saya mau tidur dengan mereka secara cuma-cuma semua itu karena pilihan saya untuk melepas jilbab".
Judul Buku: Membicarakan Feminisme
Penulis: Nadya Karima Melati
Penerbit: EA Books, 2019
Kategori: Gender
Dimensi: 14x21 cm l Soft Cover
Tebal: xxi+254 hlm | Bookpaper
Harga Normal: 70.000
Harga Diskon: 59.500
:
:
300g



