Berdikari - Sudut Istana - Galang press
Berdikari - Sudut Istana - Galang press
Berdikari - Sudut Istana - Galang press

Berdikari - Sudut Istana - Galang press

Rp 75,000
Rp 60,000
Mulai 5 Mei 2015, saya menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi. Banyak teman, khususnya para budayawan dan peneliti pada heran, mengapa saya menerima posisi itu. Kalau jadi menteri masih mereka maklumi. Alasan saya sederhana saja. Pertama, saya ingin bisa sedikit-sedikit membantu Pak Jokowi. Kapan lagi punya Presiden dari kalangan rakyat biasa, bukan pimpinan partai, pekerja keras, dan sederhana. Siapa tahu pikiran saya ada gunanya. Kedua, menjadi Staf Khusus Presiden itu seperti berdiri di mercusuar. Bisa melihat sekeliling. Bisa tahu banyak masalah karena selalu ikut Rapat Terbatas Kabinet, Sidang Paripurna dan kadang mendampingi Presiden menerima tamu. Juga ikut blusukan Presiden ke daerah-daerah atau kunjungan ke luar negeri. Kalau jadi Menteri? Hanya tahu masalah departemennya sendiri! Berita saya jadi Staf Khusus Presiden itu, berkat media online dan berita di televisi, cepat sekali menyebar. Para tetangga pun semua pada tahu. Suatu hari, pulang dari kantor dan turun dari taksi, pemilik warung nasi di depan rumah terheran-heran. Dia langsung tanya, "Lho kok nggak naik mobil menteri? Ajudannya mana?" Sambil tertawa saya jawab, "Saya tinggal di kantor Menjadi Staf Khusus Presiden itu mereka kira sama dengan jadi menteri. Punya ajudan dan pakai mobil dinas menteri!" Apa dulu-dulu seperti ituya? Judul Buku: Sudut Istana Penulis: Sukardi Rinakit Penerbit: Best Publisher, 2018 Kategori: Non Fiksi, Esai Dimensi: 15 x 21 cm | Softcover Tebal: 304 hlm | Bookpaper
 
 :
 :
300g