Berdikari - Rasio Sebagai Pedoman Rasa Sebagai Acuan - Basabasi
Berdikari - Rasio Sebagai Pedoman Rasa Sebagai Acuan - Basabasi
Berdikari - Rasio Sebagai Pedoman Rasa Sebagai Acuan - Basabasi
 

Berdikari - Rasio Sebagai Pedoman Rasa Sebagai Acuan - Basabasi

Rp 100,000
Tulisan-tulisan dalam buku ini membantu untuk menghidupkan kembali kehidupan dan filosofi Ki Ageng Suryomentaram. Ki Ageng Suryomentaram merupakan salah satu dari sejumlah sosok tersohor dalam kehidupan pemikiran dan religius Jawa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia dilahirkan di lingkungan yang berporos pada keraton, sebagaimana Ahmad Dahlan, namun bertolak dari perpaduan antara kebudayaan keraton dan empirisme filosofis untuk menghadapi persoalan dan pertanyaan modernitas serta kondisi kolonial yang dialami oleh apa yang dulu disebut Hindia Belanda dan sekarang dikenal sebagai Indonesia. Sebagaimana yang terlihat pada semua tulisan dalam buku ini, Ki Ageng Suryomentaram adalah sosok yang unik dan istimewa. Pada masa di mana rasionalitas menjadi salah satu ciri dari Renaisans Jawa, ini menjadi karakteristik penentu dari pemikiran Ki Ageng Suryomentaram. Kendati ia jelas-jelas merupakan seorang Jawa Muslim, tulisan-tulisannya dapat dipahami sebagai filsafat rasionalis tentang diri, akal budi, dan masyarakat. Ia tidak terlalu terlibat dengan modernisme Muslim atau mistisisme kebatinan modern. Kendati ia menekankan pentingnya hidup di antara rakyat jelata sepanjang sebagian besar hayatnya, tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya dipengaruhi oleh pemikiran Marxis. Judul Buku: Rasio sebagai Pedoman, Rasa sebagai Acuan Penulis: Afthonul Afif dkk Penyunting: Daruz Armedian Penerbit: Basa Basi, 2019 Kategori: Filsafat Dimensi: 15 x 24 cm | Softcover Tebal: 334 hlm | Bookpaper
 
 :
 :
400g