Berdikari - Kulminasi dan Cerita-Cerita Lainnya - Anak Hebat
Berdikari - Kulminasi dan Cerita-Cerita Lainnya - Anak Hebat
Berdikari - Kulminasi dan Cerita-Cerita Lainnya - Anak Hebat
 

Berdikari - Kulminasi dan Cerita-Cerita Lainnya - Anak Hebat

Rp 39,500
Rp 33,575
Dia adalah satu dari banyak orang. Dia adalah satu dari banyak peleburan. Dia adalah lautan, gunung dan matahari itu sendiri. Dan, detik itu pula, begitu saja dia mengerti sesuatu. Mulai saat itu dia tidak boleh jatuh cinta.Atau dia akan kehilangan inderanya.Tapi dfa meyakini, bahwa suatu saat ketika dia menemukan belahan dirinya, dia akan jatuh cinta kepadanya, dan akan mengorbankan nyawa untuknya. —Tat Tvam Asi, Azri Zakkiyah Tapi Apakah sesungguhnya takdir? Aku mengejawantah seraya menelisik ucap pengkhotbah yang kerap menyebutkan kata takdir dalam pemuliaan otoritas dan pentingnya kepatuhan terhadap hal itu. Tapi aku justru melihat, bahkan mengalami, bahwa takdir ialah rangkaian pikiran. Dan pikiran membidani peristiwa. —Udumbara, Deasy Tiyaroh Hujan turun lagi. Barangkali Tuhan memang menjadikan hujan sebagai pengantara cinta kita. Entahlah. Bagiku hujan adalah penenang dari tubuhku yang panas dingin melihatmu langsung. —Kulminasi, Dimas lndiana Senja Badanku lengket dan menjijikan.Aku merasa seperti keong bertendir yang sekarat. "Siramkan air bunga kembang tujuh rupa ini dari atas," katanya sambil mengaduk-aduk sesuatu di sebuah tempayan kecil dari tanah liat. Rasa air yang dingin sekejap membuatku terkejut. Kedua orang tuaku latu memapahku ke laut. Mereka mencelupkan kepalaku sebanyak sembilan kali sesuai dengan angka hari kelahiranku yaitu Sabtu.Aku menggigil kedinginan. "Suruh dia tidur terlengkup." —Bebainan, Putu Rastiti Penulis: Dimas Indiana Senja, et.al Penerbit: Histeria, 2020 Kategori: Novel ISBN: 9786232444560 SKU: BRD15378 Bahasa: Indonesia Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover Tebal: 192 hlm | Bookpaper
 
 :
 :
300g