IMMANUEL KANT lahir di Königsberg pada 22 April, 1744, sebagai anak dari seorang penunggang kuda. Baik sebagai seorang anak di rumah maupun di Collegium Fridericianum, tempat ia belajar dari 1732 hingga 1740, dia dibesarkan dalam semangat gerakan pietisme. Sepanjang hidupnya, dia terus menghargai kualitas-kualitas baik dari para pietis yang tulus; namun terbukti bahwa ia bereaksi agak tajam terhadap ketaatan beragama yang harus ia patuhi di perguruan tinggi.
Dia bukanlah seorang komandan di medan perang atau seorang penjelajah Arktik. Dan kecuali dia dipaksa untuk meminum racun seperti Socrates atau dibakar di tiang pancang seperti Giordano Bruno, hidupnya secara alami cenderung tidak dramatis. Kant juga bukanlah seseorang yang berkeliling dunia seperti Leibniz. Ia menghabiskan seluruh hidupnya di Timur Prussia. Ia hanya seorang profesor yang luar biasa di universitas yang tidak terlalu terkenal.
Karakternya juga tidak memberikan tempat berburu yang menyenangkan bagi para analis psikologis, seperti Kierkegaard dan Nietzsche. Di tahun-tahun selanjutnya, ia terkenal karena keteraturan metodis dan ketepatan waktunya; tetapi hampir tidak terpikir oleh siapa pun untuk menganggapnya sebagai pribadi yang tidak normal. Tapi mungkin orang dapat mengatakan bahwa kontras antara kehidupannya yang tenang dan pengaruh hebatnya di dunia filsafat sebagai suatu kualitas yang dramatis.
Penulis: Frederick Copleston
Penerbit: Basabasi, 2023
Kategori: Fislafat, Seri Tokoh Fislafat
ISBN: -
SKU: BRD17795
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 12 x 19 cm l Sofcover
Tebal: 472 hlm | Bookpaper
Harga: 155.000