Revitalisasi nilai-nlai ajaran budaya dalam menemukan jati-diri bangsa sebagai identitas budaya yang Indonesia. Menghadapi globalisasi harus mampu merajut masa lalu untuk membangun masa depan yaitu dengan menggali, mengkaji dan mengolah potensi pluralitas budaya lokal sebagai modal agar mampu bersaing dalam percaturan global. Artinya untuk menghadap global, maka kita harus studi lokal, semakin global akan semakin lokal. Seni tradisi yang membuahkan kesenian "adiluhung" bukan sebuah kebetulan, Borobudur sebagai monumental sejarah bukan suatu kebetulan, seni batik klasik tradisional, tari bedaya, wayang purwa, dan kesenian klasik yang lain, bukan muncul sebagai produk kebetulan, tetapi mengalami proses yang panjang dan berkaitar dengan sistem dialektika budaya dan budaya kekuasaan saat itu. Artefak seni yang lahir di Bumi Nusantara, merupakan ekspresi kebudayaan masyarakatnya dengan segala falsafah dan filsafat yang melatar belakanginya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah (1) bagaimana kebudayaan sebagai sistem gagasan mampu membangun interaksi timbal-balik di antara sistem-sistem dalam wujud ajaran budaya,dan,(2) bagaimana ajaran budaya yang tercermin lewat kesenian tradisi mampu membangun identitas budaya dan mampu bersaing dalam percaturan global, maka jawabannya adalah mensinergikan antara modern dan tradisi.
Judul Buku: Kreasi Artistik
Penulis: Dharsono Sony Kartika
Penerbit: Citra Sains , 2016
Dimensi: 14 x 20 cm l Hardcover
Tebal: 265 hlm l Bookpaper