"Maka hanya ada saru kata : Lawan!", Itulah kata penyemangat yang kerap terdengar setiap kali ada demonstrasi yang kebijakan pemerintah. Ya, Wiji Thukul, seorang penyair sekaligus aktivis kaum proletar dinyatakan hilang pada awal 1998. Sepak terjangnya dalam menentang pemerintah Orde Baru disambut hangat oleh setiap lapis masyarakat, terutama para buruh.
Pria dengan nama asli Wiji Widodo ini memang tak menamatkan pendidikannya di Sekolah Menengah Karawitan, tetapi adikarya yang ia tulis mampu menggerakkan sendi-sendi perlawanan dan mengobarkan semangat. Bahkan, ia sempat mengasongkan puisi di jalan-jalan, sembari menyuarakan kritik dan protes dengan nada getir dan perkasa. Kebebasan berpendapat dan menyuarakan aspirasi yang saat ini kita rasakan merupakan hasil perjuangan dari seorang seniman jalanan ini.
Keunggulan
1. Buku ini masuk ke dalam bidang biografi tokoh dan mempelajari biografi adalah sebuah usaha mempelajari sejarah masa lalu terkait dengan tokoh tersebut, yang dalam hal ini, Wiji Thukul.
2. Buku biografi ini menyajikan bagaimana kisah perjuangan seorang aktivis, yaitu Wiji Thukul dalam memperjuangkan keadilan kaum tertindas.
3. Melalui buku ini pembaca akan mengetahui misteri di balik sosok Wiji Thukul, karena penulis telah menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh setiap kalangan pembaca.
Penulis: Ristia Nurmalita
Penerbit: Anak Hebat, 2022
Kategori: Memoar
ISBN: 9786234002379
SKU: BRD18051
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Sofcover
Tebal: 238 hlm | Bookpaper
Harga: 74.500