Berdikari - KLITORIS Kumpulan Esai Kontemporer - Pelangi sastra
Berdikari - KLITORIS Kumpulan Esai Kontemporer - Pelangi sastra
Berdikari - KLITORIS Kumpulan Esai Kontemporer - Pelangi sastra

Berdikari - KLITORIS Kumpulan Esai Kontemporer - Pelangi sastra

Rp 42,500
Rp 36,125
Sekk memang merupakan hal yang tabu di Indonesia. Seolah membicarakan atau berdiskusi tentang sekk di depan umum adalah sebuah keburukan moral dan pelanggaran etika. Tapi anehnya, guyonan tentang sekk masih diberi toleransi, diperbolehkan, atau bahkan malah populer di setiap kalangan. Hal ini membuat ranah sekk di negeri kita hanya berkembang pesat sebatas varian guyonannya semata. Dari orang di pasar hingga pegawai di kantor sangat akrab dengan guyonan sekk. Memakai kata-kata metafor misal "Tadi malam nggak dikasih", "kuda-kudaan", "kuat berapa ronde" dan lain-lain. Saya kira hampir setiap hari guyonan sekk itu terlontar dan terus berkembang. Ya jika memang hal itu untuk keakraban hubungan pertemanan, selama tidak ada yang tersinggung tidak bisa serta merta disalahkan. Namun yang perlu dipertanyakan, mengapa hal itu berbanding terbalik dengan pembicaraan serius tentang sekk? Mengapa berdiskusi tentang sekk secara ilmiah tidak semeriah guyonan-guyonan sekk itu? Dengan paradigma yang seperti itu kita sudah bisa menebak bagaimana perkembangan pengetahuan sekk. masyarakat awam kita. Mereka mahir meramu guyonan guyonan sekk dan percintaan namun nihil dan tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan ketika tiba-tiba ada seorang anak bertanya kepada mereka "Ma, sekk itu apa sih?" Mereka juga kebingungan jika tiba-tiba anak mereka bertanya "Yah, kondom itu apa sih?" Mentok jurus kebohongan menjadi andalan. Atau jika tidak mau repot-repot tinggal bentak saja dan bilang jangan tanya macam-macam. Judul Buku: KLITORIS Kumpulan Esai Kontemporer Penulis: Kukuh Basuki Rahmat Penyunting: Al Muiz L Penerbit: Kota Tua, 2018 Tebal: 92 hlm | Bookpaper Dimensi: 14x20 cm | Soft Cover Harga Normal: 50.000 Harga Diskon: 42.500
 
 :
 :
200g