Dalam konteks inilah, jihad intelektual kreatif yang dilakukan IMM harus sadar milenial dengan mengembangkan etos kosmopolitan. Yang paling pertama harus dikuasai yaitu critical thinking atau kecakapan berpikir kritis lintas disiplin. Inilah yang sering disebut sebagai kecerdasan multidisiplin, interdisiplin maupun transdisiplin. Saya mengapresiasi buku karya anak-anak muda IMM ini, bukan soal konten atau substansi yang diangkat, tapi lebih-lebih pada semangat dan ikhtiar mereka berdakwah literasi yang tentu saja diawali dengan berpikir dan bersikap kritis.
Etos kosmopolitan yang kedua adalah kreatif; yakni kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan kekinian (problem solving) dengan membuka ruang ijtihad baru. Harus diakui, ragam persoalan di era kekinian berbeda dan unik, karena itu dibutuhkan pola pikir kreatif dalam mengatasinya. Di buku ini, juga diulas soal siasat pemimpin kreatif di era kekinian. Sekalipun belum cukup mendalam, namun percikan-percikan pemikiran anak-anak muda ini bisa menjadi stimulasi yang melahirkan buah-buah kreativitas dalam gerakan mereka. Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy-- Guru Besar IAIN Salatiga
Judul Buku: Pijar Matahari Muda dan Percik Tinta Merah
Penulis: Ahmad Wahid, Ari Susanto, dkk
Penerbit: IMM dan Penerbit Sumbu
Penyunting: Subhan Chandra Sutrisna, dkk
Tebal: xviii+124 hlm | Bookpaper
Dimensi: 13x19 cm | Soft Cover
Harga Normal: 45.000
Harga Diskon: 38.250