Berdikari - Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa - Anak Hebat
Berdikari - Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa - Anak Hebat
Berdikari - Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa - Anak Hebat

Berdikari - Widji Thukul Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa - Anak Hebat

Rp 72,000
Rp 61,200
Pada 26 Agustus 1963 lahirlah anak laki-laki sederhana yang tumbuh bersama dengan jiwa seninya hingga besar dan menjadi salah satu orang yang mampu menggetarkan kepemimpinan Orde Baru. Dia adalah Widji Widodo atau lebih populer dengan nama Widji Thukul, bernyanyi penyair sekaligus mengaktifkan yang mampu menggerakkan hati para pendemonstran hanya dengan umpan-umpan puisinya. Empat umpan terakhir dari salah satu prinsipnya “Hanya ada satu kata: Lawan!” Memiliki nilai sugesti untuk para pendengarnya. Setelah dituduh terlibat dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli), Widji Thukul pamit bersembunyi untuk berbicara (Sipon) karena menurutnya semua sudah ngawur. Dia memang berpindah-pindah tempat sebelum menghilang dan tidak diketahui dikembalikan hingga kini. Meninggalkan orang yang menjadi korban penculikan. Sipon dan Sahabat Widji Thukul masih yakin bahwa pencipta puisi “Peringatan” itu masih hidup. “Dia hilang tetapi ada, ada tapi hilang, tapi ada nada dalam jiwa”. Judul: Widji Thukul: Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa Penulis: Ristia Nurmalita Penyunting: Erlinadani Penerbit: Sociality, 2017 Tebal: 304 hlm | Bookpaper Dimensi: 14 x 20 cm | Softcover Harga Buku: 72.000
 
 :
 :
300g