Berdikari - Montessori Sensorial Activities - Mizan
Rp 129,000
Rp 116,100
Menjadi orang tua merupakan fase pembelajaran tiada henti seumur hidup. Kita berupaya mengenal dan memahami apa yang akan dihadapi oleh anak, mulai dari masa-masa menyambut kehadirannya, beradaptasi dengan kedatangannya, hingga memberikan yang terbaik di segala aspek perkembangannya.
Pada kenyataannya, banyak sekali hal baru yang kita dapatkan sebagai orang tua dan membuat bingung. Dengan serbuan informasi seperti sekarang ini, internet bisa menjadi sangat bersahabat, tetapi juga memunculkan berbagai kebingungan. Banyak term baru yang harus kita pelajari kembali tentang alasan di balik perkembangan motorik anak yang seharusnya terjadi dalam satu tahun pertama kehidupannya. Ternyata, bahasa memiliki perkembangannya sendiri, begitu pula dengan SENSORIK. Betul sekali, anak akan belajar menggunakan seluruh sistem sensorik yang ia miliki.
Sensorik merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang harus optimal. Sistem ini tidak dapat terlepas begitu saja dari tubuh kita. Otak mendapatkan pemahaman akan apa yang terjadi pada dunianya melalui sistem sensorik. Pemahaman ini yang selanjutnya dipakai oleh anak untuk menganalisis apa yang harus ia lakukan terhadap dunianya, bagaimana ia harus fokus pada satu hal yang sedang terjadi dan mengabaikan hal lain yang tidak penting pada saat bersamaan, serta menyelesaikan masalah yang dihadapinya (problem solving). Jika sistem sensorik tidak dapat mengambil informasi yang terjadi di dunia anak dengan tepat, anak akan gagal menerjemahkan apa yang terjadi dan memberikan respons berlawanan dari apa yang seharusnya ia lakukan. Perjalanan yang cukup panjang bukan dari sebuah perilaku? Untuk itu, pengoptimalan sistem sensorik menjadi salah satu fondasi yang sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi otak, perilaku, dan kognitif anak.
Sensorik sebenarnya bukanlah hal yang begitu asing bagi kita. Pancaindra merupakan bagian dari sensorik. Ada delapan pintu gerbang sensorik untuk mendapatkan seluruh informasi yang otak butuhkan. Dari delapan itu, lima di antaranya ialah pancaindra kita, mata (visual), peraba (taktil), penciuman (olfaktori), pengecapan/perasa (gustatori), dan pendengaran (auditori). Buku ini hadir untuk membantu orang tua dalam melatih kognitif dan fungsi otak anak menggunakan metode Montessori berkaitan dengan pengoptimalan kelima sistem sensorik ini.
Dalam buku ini, terdapat aktivitas-aktivitas konkret yang dapat mengasah kemampuan belajar anak, bukan hanya dengan mendengarkan lalu menulis catatan, melainkan anak akan menggunakan kelima sensorik yang ia miliki dalam mempelajari dan menemukan “aha moment” terhadap materi-materi yang dibutuhkannya dalam belajar dan kehidupan sehari-harinya kelak dengan cara yang menyenangkan. Jika anak semakin memahami konsep secara konkret, dia akan memiliki pemikiran abstrak yang baik. Perkembangan kognitif pun semakin baik karena banyaknya pengalaman aktivitas yang terjadi dan sensorik yang turut andil di dalamnya.
Selamat belajar kembali, orang tua hebat.
Penulis: Rosalynn Tamara
Penerbit: Bentang Pustaka, 2022
Kategori: Parenting
ISBN: 9786022919278
SKU: BRD15136
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 19 x 24 cm l Softcover
Tebal: 100 hlm | Bookpaper
Harga: 129.000
:
:
300g



