SEJAK INDONESIA MENGGANTI HINDIA BELANDA, media makin terpusat ke Jawa. Rezim Soekarno menutup semua media yang dianggap berpihak Belanda. Nama baru diciptakan: pers perjuangan. Soeharto menciptakan istilah baru: pers pembangunan. Wujudnya berupa konglomerat media.
Kini batas jurnalisme tumpang tindih dengan propaganda, hiburan, iklan, dan seni. Bias para wartawan, entah dengan negara, kebangsaan, agama maupun etnik, jadi biasa. Antologi ini mengumpulkan bermacam diskusi soal jurnalisme sejak jatuhnya Soeharto pada 1998.
Andreas Harsono pernah meliput untuk The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan Pantau (Jakarta). Dia menerima Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard.
Judul Buku: Agama Saya Adalah Jurnalisme
Penulis: Andreas Harsono
Penyunting: Fahri Salam
SKU: BRD4867
Penerbit: Kanisius, 2019
Dimensi: 14x20 cm l Softcover
Tebal: 268 hlm l Bookpaper
Harga Normal: 80.000