Sering kita dengar istilah: "Wong Jawa ilang Jawa-ne", artinya banyak orang Jawa kehilangan kejawaannya. Banyak orang Jawa tidak lagi mengenal kebudayaan, kesenian, dan kesusastraan warisan para leluhur yang sarat dengan filsafat Jawa. Suatu filsafat yang sangat berguna dalam membentuk suatu pandangan hidup serta kepribadian manusia.
Banyak orang Jawa kehilangan kejawaannya bukan hanya disebabkan karena faktor kurangnya pendidikan filsafat Jawa yang terkandung di dalam kebudayaan, kesenian, dan kesusastraan, namun karena generasinya sendiri mulai terpengaruh pada budaya modern (barat) dan dampak globalisasi yang tidak terbendung.
Realitas mengenai generasi Jawa yang semakin tidak mengenal filsafat Jawa merupakan suatu keprihatinan tersendiri. Oleh karena itu, kehadiran buku ini dimaksudkan untuk memperkenalkan filsafat Jawa yang terkandung dalam kebudayaan, kesenian, dan kesusastraan klasik di lingkungan generasi muda khususnya, dan masyarakat Jawa pada umumnya.
Melalui buku ini, pembaca akan mengetahui filsafat Jawa yang sering dibahas di lingkup masyarakat Kejawen. Selain itu, pembaca akan mengenal filsafat Jawa yang terkandung dalam upacara adat, aneka sesaji, sastra klasik, kesenian tradisi (tari bedaya, tari serimpi, wayang, dan karawitan), benda pusaka (keris, tombak, dan payung), bahasa dan aksara Jawa, angka, kuliner tradisi, dan busana adat pria dan wanita. Selamat membaca!
Judul Buku: Filsafat Jawa Menguak Filosofi, Ajaran, dan Laku Hidup Leluhur Jawa
Penulis: Sri Wintala Achmad
Penerbit: Araska Publisher, 2017
Dimensi: 14x20 cm | Soft Cover
Tebal: 204 hlm | Bookapaper
Harga Normal: 50.000
Harga Diskon: 42.500