Masih kita ingat Pilpres 2014? Kedua kontestan samasama memetik nama besar Bung Karno, baik itu dari sikap nasionalisme, maupun gagasan mengenai Trisakti dan Berdikari. Pemikiran Bung Karno tentang bangsa Indonesia dirumuskan dengan nama Marhaenisme, diambil dari kata Marhaen, nama seorang petani yang ia temui di desa. Sebagai pemikiran politik, Marhaenisme nyaris tak tersentuh oleh politisi ataupun pejabat belakangan ini yang mendaku paling nasionalis sekalipun. Buku ini akan mengurai pemikiran Bung Karno tentang Marhaenisme, berdasarkan petunjuk dari murid Bung Karno yang digembleng sejak remaja: Asmara Hadi.
Meskipun banyak yang belum familiar dengan nama Asmara Hadi, namun kiprahnya tak bisa dianggap sepele. Berdasarkan riset melalui wawancara saksi-saksi sejarah dan penelusuran dokumendokumen penting, sang penulis menemukan bahwa Asmara Hadi adalah penemu nama dari dasar negara Indonesia, yakni Panca Sila. Asmara Hadi juga turut berkontribusi besar atas lahirnya karya Bung Karno berjudul "Sarinah", mulai dari menyusun konsep dan menuliskannya menjadi teks. Tokoh Partai Indonesia (Partindo) ini juga menegaskan garis demarkasi yang mana kaum Marhaenis sejati, dan yang mana kaum Marhaenis gadungan.
Judul Buku: Marhaenisme Dalam Alam Pikir Soekarno
Penulis: Aslama Nanda Rizal
Penyunting: Panji Mulkillah Ahmad
Penerbit: Best Line Press, 2018
Dimensi: 14x20 cm l Softcover
Tebal: 176 hlm l Bookpaper
Harga Normal: 50.000