"Setiap guru akan cenderung menyatakan bahwa ajarannya memuaskan akal dan menentramkan hati. Namun kenyataannya adalah tergantung akal siapa dan hati siapa, Seorang murid yang kekanak-kanakan dan tidak kritis cenderung mengiyakan saja apa kata gurunya. Karena menurutnya sudah cukup masuk akal. Berbeda dengan murid 'dewasa' yang selalu mengkaji ulang ajaran gurunya. Apalagi yang terkesan tidak masuk akal”.
Wayang adalah simbol kehidupan manusia. Bahkan merupakan bayangan dari kemanusiaan itu sendiri. Manusia yang apa adanya, yang tidak sempurna dan penuh keterbatasan. Yang kadang putus asa, namun kadang keras kepala membabi buta.
Bersama novel wayang spiritual ”Dewa Ruci” ini, dapat disaksikan betapa pentingnya bersikap kritis dalam upaya memilih jalan yang benar untuk mencapai kebahagian sejati. Walu memang pada akhirnya, hanya dengan digerakkan oleh Yang Maha Esa, kita mampu menapaki jalan yang semestinya.
Selamat Membaca dan Berbahagialah...
Judul Buku: Dewa Ruci
Penulis: Heru HS
Penerbit: Ecosystem Publishing
Tebal: viii+124 hlm | HVS
Dimensi: 12x18 cm | Soft Cover
Harga: 55.000