Image of a product
Image of a product
Image of a product

Berdikari - Pers di Masa Orde Baru - Obor

Rp 75,000
Rp 67,500
Media massa menjadi perantara komunikasi yang selalu dibutuhkan. Kehadirannya memberikan informasi kepada semua kalangan. Kerja keras para pemburu berita untuk menyampaikan peristiwa yang sedang terjadi menjadi sebuah pekerjaan yang penuh risiko. Saat ini para pemburu berita lebih memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya, memberikan informasinya, dan menerbitkan beritanya. Kebebasan ini merupakan hasil atas perjuangan keras di masa Orde Baru, yang di masa itu kondisinya sangat terkekang—akibat sebuah pemberitaan yang dianggap membahayakan kedudukan orang-orang yang berpengaruh, maka perusahaan penerbitan diberhentikan secara paksa dan ditarik izin terbitnya. Hal ini membuat wartawan, mahasiswa, seniman, politisi, kaum profesional, pengacara, dan cendekiawan, berdemonstrasi selama berhari-hari di jalan-jalan untuk mendukung kebebasan pers. Kebebasan yang berarti juga kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat. Apa yang sebenarnya terjadi pada kebebasan pers kala itu? Tidak pernah sebelumnya terjadi suatu pemberedelan 'disambut' dengan 'amarah'yang berkepanjangan, baik oleh wattawan dan pengelola media pers maupun pengamat dan pembaca media pers yang merasa prihatin, Belum pernah terjadi dalam sejarah pers di Indonesia, demonstrasi yang memprotes pembatasan kebebasan pers terus menjalar dan' satu kota ke kota lain, di sedikitnya 21 kota, selama lebih dari satu tahun. -Atmakusumah Selamat Membaca dan Merdekalah... Judul Buku: Pers di Masa Orde Baru Penulis: David T. Hill Penerjemah: Gita Widya Laksmini Penerbit: Buku Obor Dimensi: 15,5x23 cm | Soft Cover Tebal: 252 hlm | Bookpaper Harga Normal: 75.000
 
 :
 :
300g