

Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis—catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat. Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling ""negeri mimpi""—yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum—sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan ""Tanah Bangsa Afghan"" dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan—sampai akhirnya ditemukan kembali.
ㅤㅤ
"As a backpacker, Agustinus has taken several routes in his journey which other travelers would have most likely avoided." —The Jakarta Post
ㅤㅤ
"Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat." —Kompas
ㅤㅤ
Cover Hitam
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia, 2024 (Cetak Ulang)
Kategori: Novel
ISBN: 9789792274639
SKU: BRD7280-1
Dimensi: 14x20 cm l Softcover
Tebal: 480 hlm l Bookpaper
Harga: 144.000
ㅤㅤ
Cover Coklat
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia, 2020
Kategori: Novel
ISBN: 9789792274639
SKU: BRD7280-2
Dimensi: 14x20 cm l Softcover
Tebal: 480 hlm l Bookpaper
Harga: 140.000