Image of a product
Image of a product
Image of a product

Berdikari - KEKUASAAN KEHAKIMAN (Mahkamah Konstitusi dan Diskursus Judicial Activism vs Judicial Restraint) - Rajawali

1  
Rp 92,000
Rp 78,200
Setelah membaca halaman demi halaman buku karya Dr. Zainal Arifin Mochtar yang mengalir elok ini, kita jadi paham kalau perdebatan perihal judicial activism kontra judicial restraint baru mengemuka setelah kekuasaan kehakiman, dalam perkembangannya, juga diberi “tugas” menegakkan prinsip supremasi konstitusi (supremacy of the constitution) melalui perannya sebagai penafsir konstitusi. Peran sebagai penafsir konstitusi menjadi vital karena prinsip supremasi konstitusi (yang dipelopori oleh Amerika Serikat dengan mengadopsi model konstitusi tertulis) diletakkan sebagai bagian penting constitutionalism, yang merupakan syarat utama negara demokrasi yang berdasarkan konstitusi (constitutional democratic state). Dengan memberikan peran menafsirkan konstitusi kepada pengadilan berarti prinsip supremasi konstitusi itu ditegakkan melalui supremasi pengadilan (judicial supremacy). Di Amerika Serikat, mula pertama implementasi penegakan prinsip konstitusi melalui supremasi pengadilan itu ditegaskan terutama ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat menyatakan pengadilan memiliki kewenangan menguji konstitusionalitas undang-undang dalam kasus Marbury v. Madison (1803). Sejak saat itu hingga kini, secara akademik, isu judicial activism kontra judicial restraint masih tetap berada dalam “status” inconclusive discourse. —I Dewa Gede Palguna, Hakim Konstitusi 2003-2008 dan 2015-2020 Penulis: Zainal Arifin Mochtar Penerbit: Rajawali Pers, 2021 Kategori: Hukum ISBN: 978-623-372-063-2 SKU: BRD11056 Bahasa: Indonesia Dimensi: 15,5 x 23 cm l Softcover Tebal: 212 hlm l HVS Harga: 92.000
 
 :
 :
250g