Berdikari - Pasca Modernisme dan Masyarakat Konsumer - Nyala
Rp 40,000
Konsep pascamodernisme tidak diterima atau bahkan dimengerti secara luas saat ini. Resistensi terhadapnya bisa jadi disebabkan oleh ketidakpahaman atas karya-karya yang dilahirkannya dalam semua cabang seni : puisi John Ashbery, misalnya, tapi juga puisi cakap (talk poetry) yang jauh lebih sederhana yang muncul sebagai reaksi terhadap puisi modernis yang kompleks, ironis dan akademis di tahun 60an; reaksi terhadap arsitektur modern dan khususnya terhadap bangunan-bangunan monumental kaum International Style, Bangunan-bangunan pop dan decorated sheds yang dirayakan Robert Venturi dalam manifestonya, Learning from Las Vegas; Andy Warhol dan Pop Art, tapi juga Fotorealisme baru-baru ini ; di musik, momen John Cage dan juga sintesa terakhir dari gaya klasik dan "populer" komposerkomposer seperti Phi l ip Glass dan Terry Ri ley, dan juga musik rock punk dan new-wave rock dari grup-grup seperti Clash, Talking Heads dan Gang of Four; dalam film, semua yang dihasiIkan Godard—film dan video avantgarde kontemporer tapi juga fiIm-film komersial atau fiksi gaya baru, yang tandingannya terdapat dalam novel-novel kontemporer, dimana karya-karya William Burroughs, Thomas Pynchon dan Ishmael Reed di satu sisi dan novel baru Perancis di sisi Iain, mesti juga dimasukkan sebagai variasi-variasi dari apa yang bisa disebut sebagai pascamodernisme.
Judul Buku: Pasca Modernisme dan Masyarakat Konsumer
Penulis: Fredric Jameson
Penerbit: Nyala
Tebal: 39 hlm/SC/Book Paper
Harga Normal: 40.000
Harga Diskon: 34000
:
:
200g



