Berdikari - Kuasa dan Kepentingan Hubungan Gali dan Parpol di Yogyakarta 1977-1982 - Dialog Pustaka
Rp 45,000
Orang-orang kuat lokal (gali) menjadi jangkar yang dimanfaatkan oleh negara dalam melanggengkan kekuasaan. Pada Sisi yang Iain, gali juga terus memanfaatkan negara untuk melanggengkan kekuasan. Hal ini yang menyebabkan hubungan di antara negara dan gali hanya sebatas mencari keuntungan semata. Tidak heran jika hal tersebut yang membuat masing-masing pihak untuk melakukan perhitungan. Orientasi tersebut membentuk sikap dari gali dalam menuntut imbalan yang setimpal. Negara telah mendapatkan langgengnya kekuasaan, sedangkan mereka belum mendapatkan apapun. Kelonggaran yang diberikan oleh negara seakan ditafsirkan secara berlebihan oleh mereka. Negara dianggap telah memberikan lampu hijau atas segala aksi dan tindakan yang dilakukan para gali. Hasilnya kriminalitas dilakukan dengan lebih berani dan bahkan mengarah kepada nekat.
Masyarakat telah disuguhi dengan keresahan yang terus menghantui kehidupan. Hal itu disebabkan oleh gali yang telah menjelma sebagai momok bagi masyarakat. Menurut Joshua Barker, orang-orang kuat lokal (gali) menjadi kekuatan korup jalanan yang bersifat ilegal dan melawan tatanan hidup. Kekuatan yang dapat mengatur hukum dan kebal terhadap hukum. Keadaan ini yang mempersulit tatanan kehidupan negara.
Judul Buku: Kuasa dan Kepentingan Hubungan Gali dan Parpol di Yogyakarta 1977-1982
Penulis: Kevin Maulana Kurniawan
Penerbit: Dialog Pustaka, 2018
Tebal: 117 hlm | Bookpaper
Dimensi: 13 x 19 cm | Soft Cover
Harga Normal: 45.000
:
:
200g



