Ia lahir dengan darah biru, tumbuh dalam asuhan cinta ayah-bunda. Saat masih belia, sang ayah meninggalkannya selamanya. Masa nakal remajanya berakhir ketika ia pergi ke Yogyakarta, tanah rantau pertamanya. Ke Universitas Al-Azhar, Mesir, ia melanjutkan kembaranya. Tetapi ia kecewa, Mesir tak kuasa menawarkan dahaga pengetahuannya. Ia lantas berkelana ke Baghdad dan memperoleh gelar akademik di sana. Seperti meneguk air samudra, dahaganya semakin parah. Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi tujuan berikutnya. Untuk bertahan hidup di Benua Biru ia menjadi buruh kasar dengan upah secukupnya. Siapa sangka kelak ia menjadi orang nomor satu di Indonesia?
Peci Miring berkisah tentang kehidupan Gus Dur, salah satu sosok terpenting dalam sejarah Nusantara yang bergelimang kontroversi, sederhana tetapi rumit, banyak dipuji sekaligus dibenci. Novel ini merangkai perca-perca cerita tentang kembara sang guru bangsa sejak kelahirannya hingga terdampar di negeri-negeri asing, mengetuk banyak pintu untuk sampai pada pintu sunyinya sendiri.
“Tak banyak buku yang menceritakan pengembaraan masa kecil dan remaja Gus Dur. Kebesaran seseorang sering kali ditentukan oleh pendidikan dan pengalamannya di masa kecil dan remaja. Novel ini mengisahkan banyak hal yang jarang diketahui orang tentang kehidupan Gus Dur sebelum beliau dikenal sebagai seorang guru bangsa.”
—K.H. Ahmad MustofaBisri, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang
“Sebuah kisah luar biasa tentang pengembaraan luar biasa dari seorang tokoh luar biasa. Aguk Irawan mampu mengungkap sisi lain dari budaya pesantren yang tak kalah spektakuler, dramatis, dan unik disbanding kisah-kisah heroic lainnya yang sudah melegenda.”
—Acep Zamzam Noor, penyair
Penulis: AgukIrawan M.N.
Penerbit: Imania, 2022
Kategori: Memoar, Novel Biografi
ISBN: 978-602-7926-62-2
SKU: BRD13755
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 21 cm l Softcover
Tebal: 400 hlm | Bookpaper
Harga: 125.000