Image of a product

Sabda Palon 1 Kisah Nusantara yang Disembunyikan - Javanica

Rp 90,000
Rp 72,000

Pada tahun 1445 Masehi atas permintaan Bhre Kêrtabumi Syekh Ibrahim Al-Akbar berlayar dari Champa menuju Jawa diiringi Sayyid Ali Murtadlo dan tiga belas santrinya. Mengingat pertumbuhan kaum muslim yang pesat di pesisir Jawa syekh keturunan Samarqand itu didaulat untuk menjadi petinggi agama Islam di Keraton Majapahit. Tetapi jung Syekh Ibrahim diamuk badai hingga terdampar di pantai Kamboja. Mereka ditangkap prajurit-prajurit Kamboja dan dipenjara oleh rajanya. Kabar perihal nasib rombongan Champa itu akhirnya sampai di Jawa. Dipimpin Raden Arya Bangah tujuh jung tempur Majapahit lengkap dengan meriam dan manjanik segera meluncur ke Kamboja untuk membebaskan mereka. Pertempuran sengit pun meletus di Prey Nokor.


Dalam pada itu Sabda Palon dan Naya Genggong dua punakawan Bhre Kêrtabumi melihat dengan mata batinnya bahwa trah Majapahit akan lumpuh. Selama lima ratus tahun awan hitam akan menaungi Nusantara seiring datangnya para pembawa keyakinan baru yang bakal mengakhiri kekuasaan Majapahit. Demi menjaga keutuhan Nusantara Sabda Palon menasihati Kêrtabumi agar mengambil selir dari Kepulauan Wandhan. Keturunan darinyalah yang akan membangkitkan kejayaan trah Majapahit dua ratus tahun kemudian. Raja muda itu pun mengawini Bondrit Cêmara seorang emban dari Wandhan. Dewi Amarawati putri Champa permaisuri Kêrtabumi dilanda cemburu tak tertanggungkan hingga ia berencana membunuh Bondrit Cêmara berikut janin yang tengah dikandu

 
 :
 :
500g