Berbisnis Dengan Allah. Dalam kehidupan modern siapa yang tidak tahu bisnis dan tidak mau berbisnis? Tentu semua orang merasa berkepentingan kepada urusan besar ini. Begitu pentingnya bisnis sampai Orang Barat punya kredo terkenal “Time is money”. Seolah mereka ingin berkata jangan sia-siakan waktu karena sedikit saja waktu hilang peluang mendapat income pun bisa hilang. Namun persoalannya kita sering mendahulukan bisnis kecil daripada bisnis besar. Kita sering mengutamakan bisnis semu daripada bisnis sejati. Kita menomorsatukan bisnis jangka pendek lalu mengabaikan bisnis kekal. Kita tenggelam dalam bisnis materi di saat yang sama menerlantarkan bisnis ruhani; padahal urusan ruhani dengan baik merupakan landasan kebahagiaan pribadi keluarga dan masyarakat. Buku ini mengajak untuk meluruskan visi bisnis kita. Jika bisnis hanya sekadar untuk bertahan hidup di dunia toh hewan-hewan pun bisa bertahan hidup. Bisnis sejati harusnya direntangkan dalam visi jauh ke depan; keluar dari batas-batas ruang dan waktu. Maksudnya sampai ke tujuan kebahagiaan di alam kekal nanti (negeri akhirat). Penulis mencoba memformulakan konsep “bisnis sejati” dengan pendekatan metode bisnis modern dan manajemen. Intinya tetap “berbisnis dengan Allah” yaitu kita menata hidup sebaik mungkin serapi mungkin sesistematik mungkin; untuk mencapai kebahagiaan maksimal di Akhirat nanti. Meminjam istilah penulis “Meraih tingkatan surga tertinggi.”