Pada tahun-tahun sebelum Masehi, para tokoh ini: Seneca muda, Epictetus dan Marcus Aurelius dikenal sebagai filsuf beraliran Stoik. Orang-orang Stoik percaya bahwa emosi negatif yang menghancurkan manusia dihasilkan dari keputusan yang salah, dan bahwa seorang sophis, yaitu orang yang memiliki "kesempurnaan moral dan intelektual," tidak akan pernah mengalami emosi-emosi yang merusak kebahagiaan, misalnya marah berlebihan, panik berlebihan, sedih berlebihan, dan sebagainya.
Seorang Stoik, seperti kata Epictetus hendaknya tidak banyak bicara tentang ide-ide besar, apalagi kepada orang orang awam, melainkan bertindak selaras dengan apa yang dipikirkannya tentang kebaikan. Dan, sekte filsafat paling murni dan paling mulia dari zaman kuno adalah "sekte Stoa;" dan Stoicisme tidak pernah menemukan eksponen literatur yang lebih bersemangat, lebih fasih, atau lebih tercerahkan daripada Lucius Annaeus Seneca.
Penulis: F.W. Farrar
Penerjemah: Ahmad Asnawi
Penerbit: Indoliterasi, 2023
Kategori: Filsafat
ISBN: 978-623-6496-16-9
SKU: BRD20094
Bahasa: Indonesia
Dimensi: 14 x 20 cm l Softcover
Tebal: vi + 350 hlm | Bookpaper
Harga: 130.000